
Bergabunglah dengan Prime
Season 1
12 episode
1. Durch Bruch (Terobosan)

1. Durch Bruch (Terobosan)
Blatt Meister Ascheriit dibunuh oleh para rekannya dan dicap sebagai pengkhianat. Kini, 20 tahun kemudian, dia kembali dengan nama baru, Köinzell, dengan dendam membara. Köinzell tiba di tembok perbatasan, Thousand Stonespears, di Kota Perbatasan Rielde-Velem. Dia menyusup ke biara bawah tanah yang dijalankan oleh para biksu korup. ©Etorouji Shiono/SQUARE ENIX, Übel Blatt Production Consortium
2. Unter Morgen Monde (Di Bawah Bulan Pagi)

2. Unter Morgen Monde (Di Bawah Bulan Pagi)
Dalam pertarungan sengit melawan Rangzatz, Köinzell terjatuh ke biara bawah tanah yang dalam. Namun, Köinzell pernah mendatangi benteng ini bersama Ergnach di masa silam. Kini, saat Köinzell bertarung melawan para biksu prajurit elite, dia menghancurkan mantra lingkaran sihir buatan rekannya yang telah mengorbankan jiwanya. ©Etorouji Shiono/SQUARE ENIX, Übel Blatt Production Consortium
3. Langer Regen (Hujan yang Panjang)

3. Langer Regen (Hujan yang Panjang)
Saat Köinzell sampai di kamp Tujuh Pahlawan, dia terpaksa menghadapi kekuatan dan keagungan yang diraih para mantan rekannya sejak mereka dengan keji membunuhnya. Merasa putus asa, Köinzell berdiri di tengah hujan saat seorang penuntut balas bertopeng berusaha membunuhnya.©Etorouji Shiono/SQUARE ENIX, Übel Blatt Production Consortium
4. Köinzell

4. Köinzell
Chiliarch Fargo mengundang Wied dan Aht ke kediaman wali kota di malam hari. Malam itu, keduanya disambut oleh gerombolan bandit yang hidup kembali lewat sihir gelap Wischtechian. Di saat bersamaan, Fargo melancarkan serangan brutal terhadap pengungsi, termasuk Peepi. Di bawah sinar bulan, Köinzell memakai kekuatan Pedang Hitamnya. ©Etorouji Shiono/SQUARE ENIX, Übel Blatt Production Consortium
5. Die Burg vom Helden (Kastel Pahlawan)

5. Die Burg vom Helden (Kastel Pahlawan)
Schtemwölech menyambut serangan Köinzell dengan ledakan dahsyat dari Rahang Naga, artileri sihir Wischtechian. Köinzell membelokkan serangannya dan berhasil menembus pertahanan kastel.Di dalam, Geranpen dihadapkan pada pilihan terberat: antara tetap setia kepada Tuannya atau mencari kebenaran.©Etorouji Shiono/SQUARE ENIX, Übel Blatt Production Consortium
6. Schtemwölech

6. Schtemwölech
Di kedalaman altar kastel, Schtemwölech telah melakukan eksperimen keji terhadap para gadis setengah manusia. Dengan memasukkan darah peri ke dalam tubuhnya, sang landgrave memperoleh tubuh sekuat baja melalui ritual Wischtechian. Kini, Köinzell harus menghadapi mantan temannya untuk mengakhiri rencana jahatnya.©Etorouji Shiono/SQUARE ENIX, Übel Blatt Production Consortium
7. Der leere Sarg (Peti Mati Kosong)

7. Der leere Sarg (Peti Mati Kosong)
Pemakaman kenegaraan diadakan untuk menghormati pemerintahan gemilang Schtemwölech. Peepi dan Altea berkumpul kembali dengan Köinzell yang berlindung di pegunungan. Saat mereka menyaksikan prosesi pengantaran peti mati sang Landgrave ke tempat peristirahatan suci, Köinzell bersumpah akan balas dendam kepada enam pahlawan yang tersisa.©Etorouji Shiono/SQUARE ENIX, Übel Blatt Production Consortium
8. Der Heldmörder (Pembunuh Pahlawan)

8. Der Heldmörder (Pembunuh Pahlawan)
Di tengah ketakutan, Batterygrave Barestar yang kalut memerintahkan anak buahnya untuk mencari sang Pembunuh Pahlawan di Kota Merdeka Jullas-Abllas, tempat Köinzell berlindung. Sementara itu, di bawah kepemimpinan Glenn, pasukan Elsaria memburu pemberontak yang berkhianat.©Etorouji Shiono/SQUARE ENIX, Übel Blatt Production Consortium
9. Junge Blätter (Daun-daun Muda)

9. Junge Blätter (Daun-daun Muda)
Di Balai Pedang, Glenn memercayakan misi pengejaran kepada Ichfeis, kesatria budak yang berjuang mendapatkan kembali gelar Blatt Meister. Sementara itu, di Kota Merdeka Jullas-Abllas, pertarungan Köinzell melawan Elsaria dan pasukannya makin sulit. Ingin membuktikan kemampuannya, Aht menyerang dengan ceroboh dan berujung terluka.©Etorouji Shiono/SQUARE ENIX, Übel Blatt Production Consortium
10. Gegenangriff (Serangan Balasan)

10. Gegenangriff (Serangan Balasan)
Perlawanan Köinzell terhadap pasukan militer batterygrave menginspirasi penduduk kota Jullas-Abllas untuk berjuang. Keberanian mereka bahkan meyakinkan Elsaria, putri sang Pemilih, untuk membela kota tersebut. Saat keadaan mulai menguntungkan Köinzell, sebuah ledakan dahsyat dari artileri sihir tiba-tiba menembus langit.©Etorouji Shiono/SQUARE ENIX, Übel Blatt Production Consortium
11. Gefühl zu… (Dengan Penuh Perasaan)

11. Gefühl zu… (Dengan Penuh Perasaan)
Saat Kastel Terbang dan artileri sihir Barestar menghancurkan segalanya, warga sadar Köinzell berusaha melindungi kota dan menyebutnya pahlawan. Sementara itu, Elsaria dan kelompoknya menggagalkan upaya pasukan Barestar untuk merebut Kapal Induk Armada Kapal Udara Naga terbaru Marquis Glenn dan melancarkan serangan balasan.©Etorouji Shiono/SQUARE ENIX, Übel Blatt Production Consortium
12. Neues Schwert (Pedang Baru)

12. Neues Schwert (Pedang Baru)
Ichfeis, kesatria budak yang ingin bebas, melawan Köinzell sang Pembunuh Pahlawan dalam duel yang tak terelakkan. Saat bertarung, Ichfeis memancing Köinzell untuk mengeluarkan Sayap Hitam, teknik pemungkas dari ilmu pedang Ludift, dan mengeluarkan versi tak sempurna miliknya sendiri. Köinzell membalas dengan serangan dahsyat.©Etorouji Shiono/SQUARE ENIX, Übel Blatt Production Consortium
Pencipta dan Pemain
- Sutradara
- Produser
- Pemain
- Studio
Penasihat konten
Bahasa Audio
Subtitle
Dengan memesan atau menonton, Anda menyetujui Persyaratan kami. Dijual oleh Amazon.com Services LLC.
















